Rabu, 05 November 2008

Tukarkan Buku Bekas Anda ! Buku Bekas Anda Kami Hargai Rp.20ribu

Program Tukarkan buku bekas anda ini berlaku di toko buku Leksika tanggal 8-16 Nov'08. Semua buku bekas yang diterima akan disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan, antara lain yang membina anak-anak pemulung dan anak-anak jalanan.

Sekolah Kami
Jl. Bintara Jaya Gang Masjid IV RT 003/RT 09
Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat

Panti Asuhan An Ni`mah :
Jl. Hasan No. 27 RT 003/RW 04 Kelaurahan Penggilingan
Kecamatan Cakung Jakarta Timur

Jadi secara tidak langsung Anda pun telah beramal. Oh ya, setiap buku bekas dihargai Rp.20ribu, berupa dua lembar voucher Rp.10ribu. Setiap voucher hanya dapat digunakan untuk pembelian semua jenis buku min.Rp.50ribu, berlaku kelipatan. Jadi, bila ada buku-buku apa pun yang sudah tidak dipakai lagi (kecuali majalah) segera tukarkan. Buku bekas dihargai Rp.20ribu, sekaligus Beramal. Tunggu apa lagi? Segera ke toko buku Leksika!

•Leksika Lenteng Agung

Jl.Raya Lenteng Agung No.101 (Depan PDIP) Jakarta Selatan
Telp (021) 780 6566 (hunting)
•Leksika Rawamangun
Rawamangun Square Lt.3, Jl. Pegambiran No.55 (Ex Artomoro,
100 meter dari terminal Rawamangun) Jakarta Timur.
Telp (021) 4786-9277 (hunting)

Senin, 03 November 2008

Siapakah yang Layak Jadi Presiden AS?

Monday, 03 November 2008

HIRUK-PIKUK pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) selama sekitar satu setengah tahun akhirnya sampai pada ujungnya. Pada 4 November seluruh rakyat Negeri Paman Sam akan memberikan suaranya untuk memilih Presiden AS ke-44.

Melalui pemilu ini, rakyat negeri adi daya ini akan menentukan arah masa depan yang lebih baik. Entah kepada siapa tanggung jawab berat itu akan diberikan, apakah kepada kandidat presiden dari Partai Demokrat Barack Obama atau pada calon presiden dari Partai Republik John Mc- Cain. Memang, berdasarkan sejumlah polling yang dilakukan berbagai lembaga di AS, Obama diunggulkan memenangi persaingan meraih takhta kursi kepresidenan.

Bahkan,pada awal November, berbagai polling mengatakan bahwa Obama berpeluang besar menjadi presiden AS berikutnya karena mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat dari seluruh negara bagian.Termasuk di beberapa kantong suara kubu Republik, seperti di Virginia dan Florida.Artinya, Senator Illinois berusia 45 tahun itu mulai mampu menggalang suara dari kalangan Obamacan, sebutan bagi pengikut Partai Republik yang mendukung Obama.

Besarnya dukungan kepada ”anak Menteng”ini menunjukkan bahwa rakyat AS sangat menginginkan sebuah perubahan.Perubahan itu disandarkan pada Obama yang menjadi harapan untuk menuju AS yang lebih baik. Hal itu tak lepas dari berbagai janji yang selaras dengan cita-cita seluruh rakyat AS, misalnya segera mengakhiri perang di Irak, memperbaiki kebijakan di Timur Tengah, meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian rakyat.

Singkat kata,Obama menjadi sosok yang populer di mata rakyat AS karena secara tegas menunjukkan sikap menentang kebijakan Presiden George Bush yang dianggap salah menerapkan kebijakan soal isu di dalam negeri dan langkah politik luar negeri. Namun, langkah Obama menuju Gedung Putih tidak selalu berjalan mulus karena dia kerap diterpa berbagai isu tak sedap.

Di antaranya, tentang tudingan dirinya adalah seorang muslim karena berayahkan warga Kenya yang beragama Islam dan tinggal di Indonesia selama empat tahun bersama ayah tirinya yang juga beragam Islam. Ayah dua anak ini pun dituduh kurang memiliki sikap patriotisme dan mentah pengalaman dalam dunia politik. Berbagai tuduhan miring itu digunakan lawan politiknya, seperti McCain untuk menjadi amunisi yang menghancurkan pamor Obama.

Namun, suami dari Michelle Obama ini mampu meredamnya dengan melakukan berbagai manuver yang apik sekaligus kontroversial. Misalnya, dengan menyatakan dirinya sebagai seorang kristiani tulen, siap menghadapi aksi terorisme di dunia, dan mendukung Israel. Obama menunjukkan kepiawaiannya mengelola berbagai isu yang menyerangnya menjadi kekuatan untuk memperkokoh posisinya.

Jebolan Harvard University mampu menempatkan diri sebagai politisi garis tengah yang merangkul semua kalangan. Itu karena dia menyadari bahwa bangsa Amerika terdiri atas berbagai etnis,warna kulit,dan agama. Seperti dalam dirinya mengalir darah perpaduan dari keturunan Afro-Amerika dan kulit putih dari Ibunya—Shiley Ann Dunham—keturunan Suku Cherokee dari Wichita, Kansas.

Jadilah Obama kandidat multikultur yang diharapkan mampu menyatukan seluruh rakyat AS, bukan sekadar calon presiden dari kulit hitam. Bahkan, pengalamannya tinggal di Indonesia, memiliki keluarga dari berbagai bangsa, dan mengenal berbagai agama, diharapkan mampu mengubah pandangan AS dalam berinteraksi dengan dunia internasional.

Untuk mengenal sosok Obama dan pandangan politiknya, dikupas secara baik dalam buku Obama,Tentang Israel, Islam,dan Amerika karya Taufik Rahman dkk yang diterbitkan Penerbit Hikmah. Sementara itu,tentang kehidupan pribadi dan kiprah John McCain sebenarnya, dikupas dalam buku The Real McCain karya Cliff Schecter. Kedua buku ini bisa diperoleh di toko buku Leksika,untuk melengkapi pengetahuan tentang dua sosok kandidat Presiden AS.

Dalam buku The Real McCain yang diterbitkan Zahra Publishing House terungkap bahwa sosok John McCain tak bisa dianggap sebelah mata karena dia merupakan saingan berat bagi Obama untuk menjadi Presiden AS.

Senator Arizona dari Partai Republik ini jika ditinjau dari kiprahnya berkarier selama delapan tahun menjadi senator, dia menyebut, merupakan politisi yang berpengalaman. Apalagi suami dari Cindy McCain ini dikenal sebagai sosok pahlawan karena ikut bertempur dalam Perang Vietnam sebagai penerbang Angkatan Laut dan pernah menjadi tahanan perang selama lima setengah tahun di penjara yang brutal di Hanoi.

Garis keturunannya sangat jelas dan tak diragukan lagi patriotismenya untuk melindungi Amerika.Kakeknya, John Sidney McCain I (John I) dan ayahnya John II merupakan Laksamana yang memiliki reputasi di Angkatan Laut AS.

Mampukah McCain mengubah keyakinan rakyat AS— yang dalam polling selalu mendukung Obama—untuk mengubah pendiriannya di bilik suara untuk mendukungnya? Ataukah rakyat AS lebih percaya pada Obama yang merupakan kandidat multikultur untuk membawa perubahan yang lebih baik? (wasis wibowo)


Sumber: Koran Sindo, Selasa 4 November 2008 http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/183405/36/

Kunjungan TK Bintang Kids Indonesia di Leksika





Ramai! Seru! Ceria! Itulah suasana kunjungan anak-anak TK Bintang Kids Indonesia di toko buku Leksika, Sabtu 1 November 2008. Acara diisi dengan berbagai kegiatan, seperti bernyanyi diiringi organ tunggal, Story Telling oleh Bunda Windu, hiburan Badut serta mengunjungi toko buku dan area bermain anak. Asyik, di Leksika ada tempat bermainnya, ujar anak-anak girang. Sering-sering ke Leksika ya adik-adik, bisa belajar sambil bermain.

Minggu, 02 November 2008

SHOMAT (SHOpping heMAT) DISKON 10% ALL ITEMS, 10%+5% untuk member Leksika tiap hari Senin di toko buku Leksika


•Leksika Lenteng Agung
Jl.Raya Lenteng Agung No.101 (Depan PDIP) Jakarta Selatan
Telp (021) 780 6566 (hunting)
•Leksika Rawamangun
Rawamangun Square Lt.3, Jl. Pegambiran No.55 (Ex Artomoro,
100 meter dari terminal Rawamangun) Jakarta Timur.
Telp (021) 4786-9277 (hunting)

Fatamorgana Kehidupan Manusia

Sunday, 02 November 2008
SETELAH meluncurkan buku antologi cerita pendek (cerpen) pertama yang berjudul Pulang pada 2006,Happy Salma kembali menunjukkan produktivitasnya dalam menulis.

Artis yang masuk dalam nominasi Khatulistiwa Literary Award 2007, sekarang meluncurkan kembali buku kumpulan cerpennya yang kedua berjudul Telaga Fatamorgana. Dalam dua belas cerita pendek yang dimuat dalam buku yang diterbitkan oleh Penerbit Koekoesan ini, Happy Salma memotret berbagai kisah manusia yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Semua ditulis dengan cara yang sederhana dan sudut pandang seorang perempuan yang dikenal sebagai makhluk dengan perasaan begitu halus. Bisa sebagai seorang ibu yang berusaha melindungi anak-anaknya, seorang istri yang setia kepada suaminya, atau seorang anak yang manja kepada kedua orangtuanya. Ada juga seorang kakak yang berusaha mengemong adiknya, maupun seorang gadis pemimpi yang juga naif.

Ketika menghadapi kesulitan dan rintangan,dihadapi dengan tabah meski berderai air mata.Menjalani kerasnya kehidupan dengan kepiluan. Menatap masa dengan fantasi indah yang melenakan sekaligus mistis. Dari sini,pembaca bisa mendapatkan berbagai kisah yang terjadi dalam keseharian bak fatamorgana. Beberapa kisah yang tak masuk, seakan menjadi begitu nyata.

Meski seakan terkesan agak melompat-lompat, dengan kesederhanaan penuturan berbagai kisah dalam buku ini membuat mudah dipahami. Bahkan,gaya bahasa yang membumi memudahkan merasakan adanya kejutan yang hadir dalam setiap cerita. Semuanya dituturkan dengan lurus, apa adanya, dan sederhana. Buku kumpulan cerpen kedua Happy Salma setebal 110 halaman ini bisa didapatkan di toko buku Leksika sekaligus untuk melengkapi cerpen pertama milik artis asal Sukabumi ini.

Dari buku ini,pembaca bisa memahami berbagai realitas kehidupan yang pahit tanpa harus mengernyitkan dahi, sekaligus menjadi bacaan yang menghibur. Buku ini lebih menarik dengan dilengkapi ilustrasi yang pas sesuai dengan tema setiap cerita yang dimuat. Ilustrasi ini mempermudah pembaca membayangkan keadaan tokoh yang menjadi sosok utama dalam cerita tersebut. (wasis wibowo)

Sumber: Koran Sindo, Senin 3 November 2008
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/183122/36/

8 Langkah Ajaib Menuju Langit – Rahasia Dahsyat Meraih Impian

Talk Show & Jumpa Victor Asih
Hari/Tanggal: Sabtu, 31 Januari 2009
Waktu : Pk. 16.00-18.00 WIB
Tempat : Leksika Rawamangun Square Lt.3, Jl.Pegambiran no.55 (Giant Rawamangun, ex Artomoro, 100m dari terminal)

Penulis: Victor Asih
Penerbit: Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008
harga unik Rp. 38.888,-

Buku 8 Langkah Ajaib Menuju Langit ini berisi 8 langkah panduan praktis yang dapat menuntun kita menuju ‘langit kesuksesan’, di mana kita dapat menggapai impian kita yang sudah digantung setinggi langit, dan menciptakan “surga kecil” dalam kehidupan di dunia saat ini.. Victor Asih, penulis buku ini mencoba untuk membagikan beberapa tip menarik untuk mengatasi berbagai keterpurukan yang membuat banyak orang kehilangan semangat hidup dan pesimis memandang masa depannya.Buku ini memberi inspirasi, motivasi, dan mengajarkan langkah-langkah praktis untuk mewujudkan impian dengan mengambil pengalaman dari kisah-kisah nyata yang dialami penulis dalam kehidupannya. Buku 8 Langkah Ajaib ini unik dengan angka serba ‘8’ dijual dengan harga unik Rp. 38.888,- Buku dengan backcover 8 endorser dari berbagai kalangan profesi ini terdiri dari 8 bab dan 188 halaman isi dan dicetak limited edition 8.888 exemplar oleh Penerbit Andi.

Dapatkan buku 8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit – Rahasia Dahsyat Meraih Impian di toko buku Leksika, atau telp Layanan PESAN ANTAR.
>> Leksika Lenteng Agung telp.(021) 780-6566
>> Leksika Rawamangun telp.(021) 4786-9277

LEKRA TAK MEMBAKAR BUKU: Suara Senyap Lembah Kebudayaan Harian Rakjat

Penulis: Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan
Penerbit: Merekesumba, Jogjakarta
Terbit: Okt 2008, 581 halaman
Harga : Rp 70.000

Ada yang hilang dari sejarah dunia kebudayaan Indonesia. Kehilangan itu memakan waktu hingga 15 tahun. Selama lebih dari 30 tahun terakhir, peran Lembaga Kebudayaan Rakyat alias Lekra pada 1950-1965 telah dihapuskan.

Buku ini mencoba menjelaskan kerja-kerja kreatif yang dihasilkan para pekerja kebudayaan di Lekra dengan seluruh afiliasi ideologisnya, termasuk dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Penulis menemukan lebih dari 15 ribu artikel kebudayaan yang diriset dari Harian Rakjat, Warta Bakti, Terompet Masjarakat, dan Bintang Timur di perpustakaan di Jakarta dan di Yogyakarta di ruangan bergembok dengan peringatan "Bacaan Terlarang!".

Sekaligus ini menjadi referensi bahwa Lekra tak hanya mengurus polemik tak berkesudahan dengan pengusung Manifes Kebudayaan, dan melupakan aspek kerja seni lainnya. Mulai dari seni pertunjukan, wayang, ludruk, reog, seni tari, seni rupa, musik, film, sastra, buku, sampai sikap-sikap kebudayaan secara umum.

Di era Demokrasi Terpimpin (1959-1965), langit kebudayaan Indonesia dikuasai oleh Lekra dengan mengusung panji-panji agar semuanya diabdikan untuk mencapai tujuan revolusi yang belum rampung. Buku ini mencoba mengungkap kembali apa sebenarnya yang terjadi di era yang sarat gesekan itu. (Prof. Dr. M. Syafii Maarif, guru besar sejarah, cendekiawan Muslim dan mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta penerima Magsaysay Award 2008)

Kalau mau jujur, di masa Lekra-lah budaya kerakyatan itu menemukan "masa keemasan"-nya. Hidup dan sangat bergairah. Di sana kebudayaan diarahkan sepenuhnya pada pemihakan yang jelas-tegas kepada kaum yang tertindas. Apalagi konsepsi "seni untuk Rakyat" dalam konteks yang kongkrit itu didukung oleh koran progresif seperti Harian Rakjat. Jurnalisme yang terang-terangan memproklamasikan diri berpihak pada kaum tertindas dan menentang secara terbuka filsafat-filsafat yang meracuni kebudayaan masyarakat. Koran ini juga yang dengan sadar menyediakan pentas seluas-luasnya untuk menampung pikiran-pikiran kebudayaan seperti sajak, esei, cerita pendek, drama, dan sebagainya,yang barangkali tak dimiliki koran-koran lain untuk masanya. Buku ini berusaha menunjukan bagaimana jalan kebudayaan rakyat itu dikelola secara seksama dengan menampilkan kekayaan wacana, refleksi, perdebatan budaya, lepas dari soal bahwa kemudian ideologi itu salah atau benar. Maka buku ini patut dibaca agar kita bisa menajamkan kembali pikiran budaya kita yang tak terlepas dari kepentingan rakyat.Sebab selama tak ada pemihakan yang jelas, selama itu pula seni untuk rakyat tak ada. (Dr. Sindhunata, budayawan dan penulis sejumlah buku)

Dapatkan buku Lekra Tak Membakar Buku di toko buku Leksika, atau telpon LAYANAN PESAN ANTAR:
•Jl. Raya Lenteng Agung No.101 (Depan PDIP) Jakarta Selatan
Telp (021) 780 6566 (hunting)
•Rawamangun Square Lt.3, Jl. Pegambiran No.55 (Ex Artomoro,
100 meter dari terminal Rawamangun) Jakarta Timur.
Telp (021) 4786-9277 (hunting)