Rabu, 17 Oktober 2012

Yang GRATIS di Leksika: YA ALLAH, KENAPA AKU DIUJI by Ibnu Qayyim

Kita sering menyaksikan orang-orang yang bila tertimpa musibah dan ujian, dia lantas berkata, “Ya Allah…..apa dosaku hingga Engkau tega melakukan ini kepadaku?!

Itu ujian dari Allah. Dia ingin melihat kesungguhan dan kesabaranmu.  Apakah kamu sungguh-sungguh mendatangi dan mendekati-Nya, lalu kamu bersabar atas bencana dan ujian yang menimpamu sehingga kamu mendapatkan kesudahan yang baik, atau kamu berdusta sehingga kamu kembali berbuat maksiat”. “Bencana dan ujian bagi seorang yang beriman layaknya obat yang bisa menghilangkan berbagai penyakit yang jika dibiarkan justru akan membahayakan, mengikis pahalanya, dan menurunkan derajatnya”.

Allah pun berfirman, Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. At-Thalaq (65:2-3).

Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya dan kaum beriman untuk mengikuti ajaran yang disampaikan kepada mereka, yaitu menaati-Nya. Allah AWT memerintahkan juga kepada kita agar selalu beristighfar dan bersabar. Sebab, manusia itu pasti memiliki kelalaian dan kekeliruan, tetapi semua itu bisa dihilangkan dengan istighfar, sementara untuk  menaati janji yang benar diperlukan kesabaran. Oleh karena itu, dengan istighfar ketaatan seseorang menjadi sempurna, dan dengan kesabaran keyakinan seseorang pada janji-Nya menjadi sempurna pula.

Bencana dan ujian bagi seorang yang beriman layaknya obat yang bisa menghilangkan  berbagai penyakit yang jika dibiarkan justru akan membahayakannya, mengikis pahalanya, dan menurunkan derajatnya. Oleh karena itu, bencana dan ujian muncul  untuk menghilangkan penyakit- penyakit tersebut dan mempersiapkannya guna memperoleh pahala yang sempurna serta kedudukan yang tinggi. Dengan demikian,  adanya ujian dan bencana ini jauh lebih baik daripada tidak adanya.

Bencana dan ujian tersebut merupakan penyempurna atas kemenangan, kemuliaan, dan kekuatan-Nya. Oleh karena itu, orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang yang pangkatnya dibawah mereka. Seseorang diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Apabila kualitas agama seseorang bagus, ujiannya pun berat. Sebaliknya, bila kualitas agamanya kurang, ujiannya pun ringan. Ujian akan senantiasa dialami seorang yang beriman hingga dia berjalan diatas muka bumi tanpa bersalah.

Tertimpa musibah memang menyakitkan, tetapi tidak akan selamanya demikian. Musibah itu seperti tamu. Ia pasti akan meninggalkan kita. Sedikit demi sedikit menjauh lalu menghilang sampai akhirnya benar-benar tidak kelihatan. Maka jika saat ini kalian sedang diuji dan ditimpa musibah maka segeralah beristighfar dan bersabar.

Hidup memang tidak selalu mudah untuk dilalui.  Tetapi, para nabi dan orang-orang arif telah memberi contoh bahwa mereka bisa menghadapi hidup dan melewati kesulitannya dengan sebaik-baiknya. Apa rahasia kesuksesan mereka?  Apa yang kita perlukan agar lulus dalam setiap ujian dan cobaan hidup?

Menurut Al-Quran, cobaan berlaku kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja (QS 29: 1-3). Tak ada tempat di dunia ini yang  bisa melindungi kita dari cobaan hidup. Allah Maha Melihat dan Maha Memberikan pelajaran. Cobaan hidup juga merupakan salah satu cara mempersiapkan kita menerima kenikmatan yang jauh lebih besar. Kesadaran inilah yang mengubah peristiwa paling menyakitkan sekalipun menjadi momen emas pembelajaran.

Bagian kedua buku ini menyuguhkan KAMUS BAHAGIA—30 rahasia hidup lebih nyaman, tenteram, dan damai  dari Dr. Al-Qarni. Penulis La Tahzan ini membantu kita menyarikan dari puluhan buku tentang kebahagiaan.  Buku ini laksana ranting pohon kemangi—tutur beliau--ringan dibawa, harum semerbak, bisa diletakkan di laci meja atau di samping bantal. Layaknya kamus, ia bisa dirujuk kapan saja dan di mana saja.


Dapatkan: YA ALLAH, KENAPA AKU DIUJI by Ibnu Qayyim Al Jauziyah, GRATIS hanya di Toko Buku Leksika Kalibata City Square, Kamis (18/10/2012). Cukup dengan registrasi KTP yang berlaku di Layanan Pelanggan. 100% tanpa harus belanja (limited stock). Be there and don`t miss it..


Tidak ada komentar: